Artikel

Kisah Sederhana Tentang Kaidah Kehidupan

MUNGKIN sudah banyak yang mendengar kisah ini, namun saya ingin berbaginya kembali dengan gaya bertutur saya sendiri tentang seorang tukang kayu dan majikannya yang baik hati.

Tukang kayu itu merasa dirinya sudah terlalu tua untuk terus bekerja pada orang kaya yang menjadi majikannya. Dia pun pamit berhenti untuk selamanya. Majikannya berkata: “Engkau boleh berhenti setelah membuat satu bangunan terakhir. Sabar ya.”

Tukang kayu inipun bekerja dengan cepat dan membangun bangunan itu sesederhana mungkin biar cepat selesai dan cepat pulang. Bangunan itu dibuatnya tidak sekokoh bagunan lainnya, yang penting cepat selesai. Lalu selesailah.

Tukang kayu menghadap pada majikannya sambil membawa kunci pintu rumah yang baru selesai itu. Dia serahkan kunci itu pada majikannya. Majikannya tersenyum dan berkata: “Kunci itu untukmu, rumah terakhir itu adalah hadiah dariku untukmu atas pengabdianmu selama ini.”

Tukang kayu ini menyesal sekali mengapa dia tidak membuat rumah ini sekokoh dan seindah mungkin dengan biaya total dari majikan. Tak menyangka bahwa rumah itu untuknya sendiri.

Perlakukanlah orang lain seindah mungkin, bahagiakanlah orang lain sebahagia mungkin, berbuatlah sebagus mungkin, karena semua akan kembali pada kita sendiri. Terlalu banyak orang tak paham kaidah kehidupan semacam ini, akhirnya menyudahi kehidupan dengan penyesalan. Salam, AIM, Pengasuh Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya. inilahdotcom

Previous post

There is no more story.

Next post

4 Cara Allah Memberi Rezeki

admin

admin